Skip to content

Medali Ekologi untuk Indonesia

05/03/2007
by

TEMPO Interaktif, Jakarta: Berawal dari sebuah proyek kimia di sekolah, dua siswi SMA Santa Laurensia, Serpong, Tangerang, berhasil menggondol medali perak dalam Konferensi Internasional Para Ilmuwan Muda (ICYS) 2007, 21-24 April, di St. Petersburg, Rusia. Medali tertinggi yang pernah diraih tim asal Indonesia itu diberikan untuk kategori penelitian di bidang ekologi.

Maria Rossyani Ekindriaty dan teman satu sekolahnya, Heidy Ongkowijaya, mengusung penelitian berjudul Development of Fiber Reinforced Composite Material Using Natural Fiber from Plants dalam konferensi yang mensyaratkan presentasi dalam bahasa Inggris dari para siswa berusia 14-18 tahun itu. Dari 120 tim yang datang dari 14 negara, keduanya hanya takluk oleh tim asal Brazil. Tim yang satu itu, Rossy—panggilan Maria Rossyani—menyebut, “Mempresentasikan penelitian tentang kode genetik tebu gitu deh.”

Rossy yang dihubungi siang tadi mengisahkan, tema pengembangan material komposit dari bahan alami tersedia dari proyek isolasi serat yang dikerjakan untuk gurunya di sekolah. “Saat itu kami bingung akan kami apakan bahan isolasi itu,” katanya.

Berbekal bimbingan guru dan ketekunan mencari referensi di dunia maya, Rossy dan Heidy, akhirnya mengembangkan material komposit dari serat batang pisang, daun nanas, serabut kelapa, dan daun lidah mertua. “Orientasi kami memang bahan dari bagian-bagian tanaman yang selama ini hanya menjadi sampah,” katanya.

Dari isolasi, keduanya beranjak ke tahap pengujian. Untuk itu mereka bertandang ke laboratorium milik Institut Teknologi Bandung. Disana kekuatan dan kelenturan serat berbahan baku alami racikannya sekaligus dibandingkan dengan material komposit grafit-epoksi—serat sintetik yang digunakan luas dalam industri.

Hasil uji menunjukkan angka kekuatan dan kelenturan 37 persen dari grafit-epoksi. Menurut Rossy, “Angka sebesar itu sudah cukup untuk aplikasi di bidang tertentu.”

Jadilah, Rossy dan Heidy terbang ke Rusia berbekal serat-serat alami dan contoh materialnya yang sudah diuji. Akhir kisahnya kita sudah tahu, medali perak di tangan.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: