TEMPO Interaktif, Jakarta: Berawal dari sebuah proyek kimia di sekolah, dua siswi SMA Santa Laurensia, Serpong, Tangerang, berhasil menggondol medali perak dalam Konferensi Internasional Para Ilmuwan Muda (ICYS) 2007, 21-24 April, di St. Petersburg, Rusia. Medali tertinggi yang pernah diraih tim asal Indonesia itu diberikan untuk kategori penelitian di bidang ekologi.

Maria Rossyani Ekindriaty dan teman satu sekolahnya, Heidy Ongkowijaya, mengusung penelitian berjudul Development of Fiber Reinforced Composite Material Using Natural Fiber from Plants dalam konferensi yang mensyaratkan presentasi dalam bahasa Inggris dari para siswa berusia 14-18 tahun itu. Dari 120 tim yang datang dari 14 negara, keduanya hanya takluk oleh tim asal Brazil. Tim yang satu itu, Rossy—panggilan Maria Rossyani—menyebut, “Mempresentasikan penelitian tentang kode genetik tebu gitu deh.”

Rossy yang dihubungi siang tadi mengisahkan, tema pengembangan material komposit dari bahan alami tersedia dari proyek isolasi serat yang dikerjakan untuk gurunya di sekolah. “Saat itu kami bingung akan kami apakan bahan isolasi itu,” katanya.

Berbekal bimbingan guru dan ketekunan mencari referensi di dunia maya, Rossy dan Heidy, akhirnya mengembangkan material komposit dari serat batang pisang, daun nanas, serabut kelapa, dan daun lidah mertua. “Orientasi kami memang bahan dari bagian-bagian tanaman yang selama ini hanya menjadi sampah,” katanya.

Dari isolasi, keduanya beranjak ke tahap pengujian. Untuk itu mereka bertandang ke laboratorium milik Institut Teknologi Bandung. Disana kekuatan dan kelenturan serat berbahan baku alami racikannya sekaligus dibandingkan dengan material komposit grafit-epoksi—serat sintetik yang digunakan luas dalam industri.

Hasil uji menunjukkan angka kekuatan dan kelenturan 37 persen dari grafit-epoksi. Menurut Rossy, “Angka sebesar itu sudah cukup untuk aplikasi di bidang tertentu.”

Jadilah, Rossy dan Heidy terbang ke Rusia berbekal serat-serat alami dan contoh materialnya yang sudah diuji. Akhir kisahnya kita sudah tahu, medali perak di tangan.

Dalam tulisan ini, material komposit didefinisikan sebagai campuran makroskopik antara serat dan matriks. Serat berfungsi memperkuat matriks karena, umumnya, serat jauh lebih kuat dari matriks. Matriks berfungsi melindungi serat dari efek lingkungan dan kerusakan akibat benturan (impact). Komposit dikategorikan menjadi beberapa jenis: komposit serat kontinu, komposit serat anyam, komposit serat acak, komposit hibrid dan komposit serat-logam. Serat terbuat dari karbon, aramid, boron, silicon carbide, alumina atau material lainnya. Matriks terbuat dari polimer (misal: epoksi), keramik dan logam (aluminum, titanium, etc). Dua istilah penting dalam komposit adalah lamina dan laminate. Lamina merujuk pada satu lembar komposit dengan arah serat tertentu, sedangkan laminate adalah gabungan beberapa lamina. Di pasaran, komposit ada juga yang dijual dalam bentuk pre-preg (pre-impregnated). Laminate bisa dibuat dengan cara memasukkan prepreg ini ke dalam autoclave (oven bertekanan) dalam waktu, tekanan dan temperatur tertentu.

Komposit telah dipakai di industri pesawat terbang lebih dari 40 tahun, dan kini, aplikasi komposit telah merambah ke industri lain seperti otomotif (misal: bodi mobil balap F1), olahraga (misal: raket tenis), perkapalan; industri minyak dan gas juga telah memakai komposit untuk membangun infrastrukturnya. Komposit memiliki kekuatan yang bisa diatur (tailorability), memiliki kekuatan lelah (fatigue) yang baik, memiliki kekuatan jenis (strength/weight) yang tinggi dan tahan korosi. Namun demikian, komposit masih cukup mahal untuk diproduksi, sehingga hanya komponen atau bagian tertentu saja yang dibuat dari komposit. (FYI, meski mahal, Boeing memakai komposit sebanyak 50% total struktur pesawat Boeing 787 yang baru di-launch).

Sejak 1980an, komposit mulai dikenal di industri minyak dan gas setelah sebuah panel anti-api untuk heli-deck dibangun memakai komposit serat gelas (glass-fiber reinforced-plastics). Berikut beberapa aplikasi material komposit di industri minyak dan gas:

- Pipeline -
Komposit untuk pipeline biasanya terbuat dari komposit serat gelas atau komposit hibrid untuk mengalirkan aqueous fluid dan gas alam. Komposit serat gelas dipakai menggantikan steel karena komposit lebih tahan karat. Komposit serat gelas ini juga dipilih karena memiliki fire integrity dan fatigue resistance yang baik.  Pipeline juga menggunakan steel strip laminates (SSL); SSL adalah komposit sandwich yang terdiri tiga lapisan: lapisan luar dan dalam terbuat dari komposit serat gelas, sedangkan lapisan tengah adalah baja. SSL diharapkan mampu menahan tekanan tinggi, namun tidak terlampau mahal ketika diproduksi. Bonding antara baja dan komposit diakomodasi dengan perekat yang dipakai untuk rocket motor casing. RTP atau Reinforced Thermoplastic Pipework juga digunakan untuk pipeline. Mirip dengan SSL, RTP terdiri dari tiga lapisan: lapisan dalam dan luar adalah thermoplastic liner dan lapisan tengah adalah komposit serat aramid.

- Rigid riser -
Komposit serat gelas, serat karbon atau komposit hibrid digunakan untuk menggantikan baja dalam membangun riser. Keuntungan menggunakan komposit adalah penambahan daya apung (karena riser lebih ringan dibanding menggunakan baja), gaya hambat (drag) dan tension bisa diperkecil. Secara umum, karena konfigurasinya mengecil tetapi kekuatan masih terjaga, penggunaan komposit bisa memperkecil cost.

- Tension leg platforms -
TLP, yang dipancangkan ke dasar laut, adalah bagian yang sensitif dari platform terhadap kedalaman laut. Tendon baja kurang diminati karena terlalu berat dan resonansi yang berkenaan dengan elastisitas tendon masih terjadi. Dua hal itu bisa diatasi dengan menggunakan tendon serat karbon yang ringan namun kuat.

***

Komposit juga bisa dipakai untuk menambal kerusakan akibat beban impak dan korosi di permukaan pipa baja. Metode penambalan menggunakan komposit telah lama digunakan di industri pesawat. Dengan mengatur serat ke arah circumferencial, penambal komposit juga memberikan penguatan secara melingkar pula. Joining atau penyambungan antar pipa juga bisa menggunakan komposit ini. Pemilihan adhesive atau perekat sangat penting ketika proses penyambungan dilakukan.

***

Tahun 1980an, desainer dan fabrikator di industri minyak dan gas kurang berminat menggunakan komposit karena kurang familiar dengan sifat-sifat mekanik, perilaku dan metode inspeksi komposit. Namun sekarang, design code seperti BS4994 (1987) dan ASME (1992) untuk composite pressure vessels  dan API specifications untuk composite tubing telah memberikan guidance untuk mengaplikasikan komposit. Design code untuk ‘composite for load-bearing structures’ kini juga tersedia seperti Eurocode for Composites (1994) dan DNV Design Guideline for Design with Composites (2000).

Industri komposit biasanya berskala kecil dan menengah. Hal ini kurang bisa mengakomodasi kebutuhan industri minyak dan gas yang memerlukan produksi skala besar. Ini pekerjaan rumah industri komposit untuk terus mengembangkan skala enterprisenya supaya bisa memenuhi keperluan industri minyak dan gas.

Selain mengacu kepada design code, desainer di industri minyak dan gas diharapkan juga mengacu kepada buku-buku mengenai mekanika komposit (kini jumlahnya ratusan) yang menjelaskan mengenai perilaku komposit yang “agak” berbeda dari logam yang isotropik dan homogeneous. [Arief Yudhanto]

Komposit didefinisikan sebagai gabungan serat-serat dan resin. Penggabungannya sangat beragam; fiber ada yang diatur memanjang (unidirectional composites), ada yang dipotong-potong lalu dicampur secara acak (random fibers), ada yang dianyam silang lalu dicelupkan dalam resin (cross-ply laminae), dan lainnya. Lembaran komposit disebut sebagai lamina. Serat yang dipakai di industri pesawat terbang biasanya terbuat dari karbon dan gelas, sedangkan resinnya adalah epoxy, sejenis polimer. Tebal lamina untuk komposit serat karbon adalah 0.125 mm. Komposit karbon/epoxy ini dibuat dari pre-impregnation ply atau pre-preg, kemudian dimasukkan ke dalam oven bertekanan yang disebut autoclave. Komposit memiliki sifat mekanik yang lebih bagus dari logam; kekakuan jenis (modulus Young/density) dan kekuatan jenisnya lebih tinggi dari logam. Beberapa lamina komposit dapat ditumpuk dengan arah orientasi serat yang berbeda. Gabungan lamina ini disebut sebagai laminat.